December 27

Sapi dg Pembalut Babi

Sebulan gak posting… tiba2 darah blogger kembali mengalir krn Postingan ini melibatkan beberapa jenis makhluk hidup, yaitu : manusia, sapi, kambing, dan satu lagi… babi! Kejadian terjadi bbrp hr lalu pada Idul Adha 10 Dzulhijah 1428 H (20 Des 07). Namun sebelum crita, sy mohon “permisi” dulu kpd semua pembaca yg mungkin berbeda keyakinan dg sy.

Ketika itu 2 kakakku mudik dari Jakarta. Siang dan sore di hari Idul Adha tersebut sudah kami manfaatkan untuk menyantap sate kambing hasil qurban (menu gule sapinya masih dlm proses dimasak). Kemudian pada malam harinya, kakak pertamaku ingin membeli bakso. Berhubung saya adalah anak bungsu (dr 3 bersaudara laki semua) maka seperti cerita lama, si bungsu diutus oleh si sulung untuk mencarikan bakso itu.


Habis Isya’, sy pun langsung meluncur dg Vega-R (yg pernah mbeset2 pada Tour de Purbalingga bersama CA) dg rute muter2 gak jelas : “gubug di slatan RS PKU - Nggerjen - Pasar Ngasem - Per4an Tamansari - Ngampilan - per4an Badran - Cokroaminoto - Serangan - Kauman - Bhayangkara - Sarkem - Kotabaru - Gramedia - Bunderan - Mirota - Per4an MM - Pogung (pas Utara FTeknik) - PDAM Pogung - AM Sangaji - Tugu - Jatikencana”. Sialnya dg rute sejauh itu, bakul2 bakso pada libur (atau entah mata sy yg kurang awas. He2) dan ktika berhenti di rambu lalulintas per3an Jatikencana itu saya ngeliat sepintas ada tulisan “Bakso Pangsit”. Tapi krn posisi sy di tengah jalan raya (dan males berbalik arah, sambil mencari bakso yg lainnya) maka sy meneruskan perjalanan melewati selatan Mirota Godean - Nestiharjo - Cokroaminoto sampe akhirnya kembali ke Jatikencana.

Di sebuah warung di Jatikencana itu sy langsung pesen Bakso Pangsit 2 porsi (dg perasaan lega tentunya.sip!). Namun ktika sy menunggu selesai diraciknya bakso itu, dg sedikit terkejut sy ngeliat di daftar menu masakan, ternyata di sana jg ngejual menu masakan haram dlm keyakinan yg sy anut…babi. Dan sy liat di spanduk depan, ternyata jg memang sudah tertulis bahwa warung tersebut adalah warung spesialis babi. Ha2..jigur! Sy lantas berpikir, jika ada babi pasti memasak bakso sapinya jg dg alat masak yg sama (mungkin jg malah dg bumbu2 babi). Sy langsung sms kakak saya dan bilang kalo lebih baik stl dibeli langsung dibuang saja. Kakak sy pun langsung menelpon, tp sy reject krn gak enak kl sy ngebahasnya lewat telpon di depan si penjual (lagian waktu itu cuman sy yg lg beli di situ).

Sampai rumah, kakak saya langsung bilang… dibuang saja! Sip.. ternyata pemikiran kami sama. 2 porsi Bakso sapi dg pembalut babi pun langsung sy tempatkan ke tempat spesialnya… ember sampah! Dan kakak saya pun makan dg sisa sate kambing.

Ingin tahu knapa barang yg namanya Babi diharamkan? Dr segi sains sudah diketahui knapa babi sangat berbahaya jk konsumsi, diantaranya di sini, sini, dan cari sendiri lainnya di search engine! Ha32x!

Lebih baik rugi sedikit mengorbankan makanan/minuman (harta), jangan sampai mengorbankan aqidah! Bgitulah kami… ingin menjadi Priyayi yg benar2 Sae! Wakakak!


12 Tanggapan Para Priyayi untuk “Sapi dg Pembalut Babi”

  1. Nisa Says:

    Hihihi.. jadi inget ceritanya si zam yang pak haji teguh :P syukurlah kamu masih eling, gak iseng-iseng sesekali nyicip hahahahaha

    _____________________________________________________________________________________
  2. venus Says:

    hahaha….lagian, masa gak tau kalo dia juga jual babi sih?

    *mikir*

    wooo…berarti radarmu gak bekerja dengan baik dan benar, udah harus diservis :D

    _____________________________________________________________________________________
  3. annots Says:

    lama tak jumpo masih sae saja sampeyan bung. Biasane di depan/ spanduk di kasih kode b2 alias babi (cmiiw) :D

    SUKSES! *kikot saia*

    _____________________________________________________________________________________
  4. Anang Says:

    hueekkk nggilani… ga doyan malihan

    _____________________________________________________________________________________
  5. kw Says:

    waduh sayang sekali…aku mau tuh basonya hihi hi

    _____________________________________________________________________________________
  6. ayahshiva Says:

    wah ternyata udah ada penjual bakso yang seperti itu, disini saya belum nemu tuh

    _____________________________________________________________________________________
  7. deep Says:

    wakakaka…k.. kwi dudu babi kang… kwi asline sapi… cuma warnane pink.. :))

    _____________________________________________________________________________________
  8. icha Says:

    wah ternyata babi udah dijual bebas yah diindonesia..
    untung kamu akhirnya ngeh..sempet ngebaca menunya dr babi… coba kalo cuek bebek dr awal..asal cepet2 mesen…
    jd nyobain bakso babi deh …heheheh

    _____________________________________________________________________________________
  9. zam Says:

    ah pekok!
    justru sing mengandung babi kui sing enak..

    :D

    _____________________________________________________________________________________
  10. dian Says:

    kirain td sapinya pake pembalut. lagi haid hehhe

    _____________________________________________________________________________________
  11. iben Says:

    hehehe..

    jangan2 sate kambingnya juga pake pampers babi…

    _____________________________________________________________________________________
  12. gps Says:

    idih… walaupun ga haram gw sih tetep jijik ma daging babi…. uekkk

    _____________________________________________________________________________________

Leave a Reply

OYE!