Rokok, porno, dan narkoba. 2 barang yg disebutkan terakhir itulah yg akhir2 ini sering mencuat ke permukaan negri Indonesia ini. Bagaimana tidak? Barang yg satu melibatkan artis papan atas, sedangkan yg satunya lagi melibatkan pejabat papan atas. Sebenernya tidak tepat bila kita menyebutnya “papan atas”, akan tetapi lebih tepat jika disebut dg “papan njempalik“. Mengapa? Lha otak sepertinya sudah benar2 njempalik, mereka sudah dikuasai oleh nafsyu “eblizz yg terkonak”. Pejabat/artis yg seharusnya menjadi teladan/contoh yg baik (uswatun khasanah) bagi rakyatnya, justru malah memberikan “racun” bagi masyarakat.
Tapi jangan salah sangka dulu lho… postingan ini BUKAN berarti mengibarkan bendera perang terhadap para pecandu porno, narkoba, atau rokok. Namun jg BUKAN berati mendukungnya. Posisi saya sebagai “Prince PriyayiSae™ - Milik Masyarakat”
adalah sebagai penengah…. sekali lagi, sebagai penengah.
Memang bagi sebagian kalangan ada yg menganggap bahwa rokok, porno, dan narkoba itu uenak tnan saat….pokoke SEDHUT SENUT™. Akan tetapi coba… pikirkan tidak hanya enaknya saja, pikirkan juga kerugiannya. Bandingkan antara manfaat dan madlorotnya. Mungkin secuwil gambaran di bawah ini bisa dijadikan bahan perbandingan :


