Setelah ke5 CD Fedora Core 5 64-bit berhasil di donlot (lihat jg : Bagian I - Donlot) sampai akhirnya dibakar kedalam bentuk CD, maka gw pun langsung mencoba utk menginstallnya. Mulanya hardisk gw berisi 7 partisi, yaitu 3 partisi pada primary partition berisi Solaris 10, Windows XP, dan Fedora Core 4 yg kesemuanya 32 bit. Sedangkan 4 partisi lainnya pada extended partition digunakan utk file2 musik, data, dan master2 program.
Sebenarnya pada extended partition pernah jg tidak hanya 4 partisi, namun 5 partisi dengan 2 partisinya berisikan SLAX Kill Bill Edition dan Ubuntu 5.10 (memanfaatkan kiriman CD … eh ya, gw masih punya sisa CD Ubuntu 5.10 versi 32-bit, 64-bit, dan versi Mac. Kalo masih ada yg berminat silahkan hubungi gw). Namun akhirnya 2 partisi yg berisi SLAX dan Ubuntu 5.10 dimerger menjadi sebuah partisi utk koleksi musik, karena gw putusin utk menginstall sistem operasi yg model 1 CDan kedalam VMWare saja (skr gw pake VMWare Workstation Versi 5.5.0 build-18463).

Lanjut… booting dari CD ke-1 FC 5 x86_64 pun dilakukan. Tahap demi tahap berlalu, meskipun dengan adanya FC 4 yg telah terinstall sebenernya bisa langsung diupgrade, tapi gw pilih saja yg murni instalasi baru sehingga FC 4 yg telah terinstall sebelumnya gw hapus dulu. Penyetingan instalasi awal telah dimulai, namun gw kaget ternyata pada awal instalasi tertulis bahwa pada intinya “instalasi tdk dpt dilanjutkan kembali dikarenakan tidak dapat mengenali partisi pertama (di setingan gw hda1)”.. SIAL, gw yakin ini gara2 Solaris 10 yg terletak pd partisi yg pertama. Maklum lah, Solaris 10 menggunakan file sistem UFS (Unix File Sistem) yg menurut gw “aneh” tapi “handal”. Bahkan saat ini, rencananya pada bulan Juni ini akan diliris ZFS 1.0 bersamaan dengan dilirisnya Solaris 10 6/06 sebagai file sistem 128-bit pertama di dunia… HEBAAAAT, kita tunggu saja beredarnya, donlot, lalu kita install jg.
Tapi kok aneh ya, padahal waktu menginstall yg FC4 32-bit dulu, instalasi tetep bisa dilanjutkan meskipun pd partisi yg pertama berisikan Solaris 10. Gw pun coba merestart, mengulang instalasi dg harapan instalasi tetep bisa berjalan tanpa menghapus Solaris 10 yg telah terinstal sebelumnya. Namun setelah beberapa kali mencoba, hasilnya tetep nihil sehingga dengan SANGAT TERPAKSA partisi yg ada Solaris 10 itu gw hapus jg… hiks.
Nah.. bener jg, setelah partisi yg ada Solaris 10 tersebut dihapus, ternyata proses instalasi langsung saja berhasil. Kalo tidak salah, instalasi dengan ke-5 CD FC 5 x86_64 tersebut memakan waktu sekitar 1 jam lebih beberapa menit (gw lupa menitannya). Setelah instalasi selesai, gw booting sampe FC 5 x86_64 menyelesaikan konfigurasinya dan booting lagi. Siap2 melihat hasil instalasi. Namun apa yg tjd? Dubraxx.. ikon mousenya gak keluar, Dab!!! KERDUS.. CIDUX… KOBIS.. beberapa kali jg direstart, hasilnya tetep sama.. ikon mouse gak keluar. Tapi meskipun begitu, untungnya mouse masih tetep berfungsi andai digerak-gerakkan atau di klik, dan baru kelihatan ikonnya kalo CPUnya sedang mikir dengan menampilkan ikon yg berbeda. Jadi ilmu pengira-iraan pun harus digunakan, kira2 kursor di mana gitu. Gw pun mencoba2 merubah bentuk2 theme dari mouse, screen resolusi jg, namun tetep jg nihil hasilnya. File xorg.conf yg terletak di /etc/X11 pun dibuka karena file tersebut berisi tentang konfigurasi tampilan. Gw perhatiin isi xorg.conf. beberapa isinya pun sedikit gw ubah tapi nihil jg hasilnya. Yaa.. daripada tambah mumet, akhirnya gw putusin melakukan pending utk urusan yg satu ini dengan rasa kecewa.

Setelah itu gw coba booting pake windows XP yg sudah terkonfigurasi pada GRUBnya. Weleh..weleh.. masalah terjadi lg. Pd proses booting tdk dpt menemukan file2 yg diinginkan. begitulah intinya. Kalo masalah ini pernah gw alami. Kita butuh mengubah konfigurasi boot.ini (hidden file) pada partisi dimana Windows XP tersebut diinstal. Pada awalnya, konfigurasi boot.ini gw adalah :

[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional” /fastdetect

Keterangannya :
“timeout=30″ adalah waktu (detik) menunggu sebelum default sistem operasinya dijalankan.
“default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS” adalah lokasi default sistem operasi yg akan dibuka. Sedangkan baris dibawah “[operating systems]” adalah menu yg ditampilan pada pilihan boot menu.
Perhatikan bahwa pada konfigurasi tersebut terdapat tulisan “partition(2)”, itu berarti boot.ini akan membuka file2 yg dibutuhkan pada partisi yg ke-2. Hal ini karena pada awalnya partisi Windows XP gw ada di partisi yg ke-2, sedangkan yg partisi yg pertama adalah Solaris 10. Namun karena partisi Solaris 10 sudah gw hapus, mengakibatkan partisi Windows XP menjadi partisi yg ke-1.
Oleh karena itu, kita perlu mengubah konfigurasi “partition(2)” menjadi “partition(1)”, sehingga boot.ini gw sekarang menjadi :

[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional” /fastdetect

Setelah boot.ini diubah, direstart, eh.. disimpan dulu nding, baru direstart. Nah… booting Win XP telah berhasil… SELAMAT, masalah sudah berkurang. Tapi masih ada 1 masalah yg belum terselesaikan… Invisible mouse pada FC % x86_64 gw. Utk masalah ini gw bener2 belom tau. Sudahlah, berhubung waktu itu sudah malam… tidur dulu dengan rencana paginya ketemu Mbah Google.
SIC (Warnet di kampus) pun berjasa… setelah beberapa lama konsultasi dengan mbah Google, dia memberikan banyak sekali solusi, gw hanya mengambil beberapa saja mulai dari cara2 yg tergolong rumit sampai dengan yg paling mudah.
Singkat cerita, ketika di rumah gw liat2 lagi beberapa tawaran solusi yg diberikan mbah Google. Dah.., gw langsung coba pilih mulai gunakan solusi yg paling mudah.
Disitu dituliskan bahwa kita perlu menambah kata : Option “HWCursor” “false” pada file xorg.conf. Lebih jelasnya, pada setingan xorg.conf seksi “Device” (seksi BGT pokoknya) gw sekarang adalah :

Section “Device”
Identifier “Videocard0″
Driver “nv”
VendorName “Videocard vendor”
BoardName “nVidia Corporation C51 PCI Express Bridge”
Option “HWcursor” “false”
EndSection

Setelah diubah, dibooting ulang, dan… SUKSES, nDezz.. ikon mouse sudah tampil, tidak menyublim lagi. XMMS dengan mp3 plugin-nya pun langsung gw install dan jedar-jedor lagu andalan gw langsung diperdengarkan. Leganya hatiku.


9 Tanggapan Para Priyayi untuk “Fedora Core 5 x86_64 (Bagian 2 - Memecahkan Problem Saat & Sesudah Instalasi)”

  1. aad_gym Says:

    wekekek… wah lumayan kie priyayisae entuk ‘pencerahan’ soko mas Google

      Prince PriyayiSae menjawab :
    Cerah bagaikan cahaya pagi.
    _____________________________________________________________________________________
  2. deep_track Says:

    waduh, para priyayi yang membaca ini pas malem minggu pasti gak mudeng. wakakaka…k

      Prince PriyayiSae menjawab :
    Yo ra mudang nek le moco ro merem :D
    _____________________________________________________________________________________
  3. ShOFa Says:

    *geleng2 g ngerti*

      Prince PriyayiSae menjawab :
    geleng2 teplok juga boleh.
    _____________________________________________________________________________________
  4. zam Says:

    manteb dab.. manteb..

    lakone nopo pak manteb?

    priyayisae, oye!!

    la nyat pancen oye!!!

    rasah ***w**!

    *ampu*!

      Prince PriyayiSae menjawab :
    lagi kumat po zam ? obate ntek?
    _____________________________________________________________________________________
  5. Mas Cubluk Says:

    Fedora Core 5 x86_64 punika,napa ndoro? Kula menika tiyang bodo mboten sekolah, ngagem boso ingkang mboten inggil nggih?

      Prince PriyayiSae menjawab :
    Fedora Core 5 meniko sistem operasi Linux den.., x86_64 meniko versi 64-bit. monggo panjenengan tanglet mbah google.co.id
    _____________________________________________________________________________________
  6. andri Says:

    saya tuh kebingungan buat ngekonfigurasi boot loader di windows & linux
    soalnya waktu ngeinstall linux si windowsnya gak ke deteck

    _____________________________________________________________________________________
  7. tantos Says:

    wis nduwe sek 6 64 mas dab?

    _____________________________________________________________________________________
  8. endro Says:

    mas cara instal xmms + mp3 plug-innya gimana yach?

    please donk kasih tau, dah mumet salah mulu,

    pake f c 5

      Prince PriyayiSae menjawab :
    wis dibales di imel y... CIP Mbah Darmo!
    _____________________________________________________________________________________
  9. Handoko Says:

    mas cara instal xmms + mp3 plug-innya gimana yach?

    please donk kasih tau, dah mumet salah mulu,

      Prince PriyayiSae menjawab :
    ok... dah dibales lewat imel. smoga berhasil!
    _____________________________________________________________________________________

Leave a Reply

BERHASIL!